About Me

Amira Uwu adalah AI music explorer, penulis, dan kreator yang mendokumentasikan perjalanan mengeksplorasi musik, budaya Indonesia, dan perkembangan AI melalui eksperimen, kolaborasi, dan catatan pribadi. 

Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa aku akan berada di titik ini.

Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga. Seorang penikmat musik yang selalu penasaran dengan perkembangan teknologi, tetapi sama sekali bukan musisi.

Semuanya berubah pada tahun 2024 ketika aku menemukan Suno, yang saat itu masih berada di versi 3.5. Rasanya seperti menemukan dunia baru. Untuk pertama kalinya, aku bisa mendengar lirik-lirik yang kutulis dinyanyikan hanya dengan sekali klik oleh sebuah AI.

Dari rasa penasaran itu, aku justru terjerumus—dalam arti yang paling menyenangkan. Hingga hari ini, aku masih menciptakan musik bersama AI, menggunakan lirik-lirik yang kutulis sendiri.

Berangkat hanya sebagai seorang music lover, aku mulai bereksperimen membuat berbagai genre yang saat itu belum banyak dicoba orang. Salah satunya adalah dangdut.

Mungkin terdengar sederhana sekarang, tetapi pada masa itu membuat AI menghasilkan dangdut yang benar-benar terasa Indonesia bukanlah hal yang mudah. Saat kami hanya menuliskan kata dangdut pada kolom style, hasilnya justru terdengar sangat bernuansa India. Tabla-nya begitu dominan, sementara cengkok vokalnya mengingatkanku pada lagu-lagu soundtrack film Bollywood seperti Kuch Kuch Hota Hai.

Aku terus mencoba. Lagi dan lagi.

Banyak orang mengira aku adalah penggemar dangdut garis keras karena hampir setiap hari bereksperimen dengan genre itu.

Padahal bukan.

Aku hanya penasaran. Aku ingin membantu “mengajari” AI mengenali karakter dangdut Indonesia yang sesungguhnya—ritmenya, nuansa nya, dan identitas musiknya. Kalau AI belajar dari data yang diberikan manusia, aku ingin ikut menjadi salah satu orang yang memberi contoh bagaimana dangdut Indonesia seharusnya terdengar.

Disclaimer

Seluruh informasi, panduan, prompt, dan pengalaman yang dibagikan di website ini merupakan hasil eksplorasi pribadi saya selama menggunakan AI untuk membuat musik. Semua yang saya tuliskan didasarkan pada pengalaman nyata, proses trial and error, serta hasil yang saya peroleh pada saat itu. Karena perkembangan AI sangat cepat, sebagian informasi mungkin berubah seiring pembaruan model atau sistem yang digunakan.

Perlu dipahami bahwa tidak ada prompt yang bersifat “ajaib” atau dapat menjamin hasil yang sama untuk setiap orang. Dalam pembuatan lagu berbasis AI, hasil akhir dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan kata dalam lirik, susunan kalimat, fonetik setiap kata terhadap melodi, struktur lagu, hingga cara kita berinteraksi dengan AI itu sendiri. Prompt adalah perjalanan.

Saya juga menemukan bahwa AI seringkali memiliki karakter atau “personalisasi” yang terbentuk dari riwayat penggunaan akun. Akibatnya, prompt yang menghasilkan output tertentu di akun saya belum tentu memberikan hasil yang sama di akun lain. Bahkan ketika saya menggunakan akun alternatif (alt account), hasilnya bisa berbeda meskipun prompt yang digunakan identik.

Sebagai contoh, untuk membuat lagu anak saya sering kali hanya menggunakan prompt sederhana seperti nursery rhymes, kid’s voice, atau children’s song, dan akun utama saya dapat langsung menghasilkan karakter vokal yang saya inginkan. Namun ketika prompt yang sama dicoba pada akun lain, hasilnya bisa berbeda karena AI belum memiliki pola penggunaan atau personalisasi yang sama.

Karena itu, anggaplah semua prompt di website ini sebagai titik awal eksplorasi, bukan sebagai rumus pasti. Jangan ragu untuk bereksperimen, mengubah pilihan kata, struktur lirik, maupun gaya penulisan hingga menemukan kombinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter AI yang Anda gunakan.

Tujuan website ini bukan untuk memberikan kebenaran mutlak, melainkan untuk mendokumentasikan perjalanan saya belajar, bereksperimen, dan memahami bagaimana AI dapat digunakan sebagai media berkarya. Jika pengalaman saya dapat membantu mempercepat proses belajar Anda, maka tujuan website ini sudah tercapai.

“AI terus berubah. Saya juga terus belajar. Jadi anggap website ini sebagai jurnal perjalanan, bukan buku aturan.”