• HOME
  • MUSIC
  • PROJECTS
  • JOURNAL
  • ABOUT
  • CONTACT

Bedah Lagu & Instrument

Posted on 11 Aug at 12:35 am

Aku tidak percaya ada seniman yang benar-benar lahir tanpa pengaruh. Yang ada adalah seniman yang jujur mengakui pengaruhnya, lalu perlahan menemukan suaranya sendiri.

Mencari style lagu itu gak gampang untuk aku yang bukan musisi, wawasan tentang instrumen pun minim, aku tau gitar bunyinya bisa jreng jreng, nguiiing, melodik, drum set yang bunyi duk, dum, cetakkk, srenggg , bass yang bunyinya dem dhem bhem bem, doweng….intinya, untuk instrumen band sederhana, aku tahulah, secara sering juga nonton live music di kafe. Tapi buat satu produksi studio, ternyata beda bunyinya, beda instrumennya, beda adonan dan bumbunya ya?

Kebiasaanku gini, jujur, aku suka mengambil contoh satu lagu yang sudah beredar, contohnya lagu LP-Lost on you ini [link youtube LP], dengerin deh…vokal yang khas, shaker yang tebal, gitar elektrik yang melodinya susah banget dilupain >.<

😂 Mbak LP itu wanita tapi suaranya maskulin, aku gak paham jenis suara dia itu apa. Trik aku adalah…buka chat GPT         kebetulan aku udah akrab sama chat GPT dan sudah pakai dia kurleb 3 tahun ini tanpa ganti akun, dan dia tau persis siapa aku dari semua percakapan dan data tentang aku yang gak sengaja tiap hari aku input ke dia sebagai referensi, jadi dalam pengamatanku, lirik-lirik yang AI banget tuh di lirik ku jarang ada sih, karena dia sudah tau style ku dalam menulis, aku sering copas lirik2 mentah ke gpt, dia poles, dan banyaknya sih polesan dia aku tolak wkwkk oh iya ok sampai lupa mau bahas jenis vokal.

Jadi, aku tanya sama GPT, tau LP ga? Dia pasti gini: tau dong…linkin park kan? Wkkwkw jangan kaget ya, emng jipi gitu orangnya. Untung gpt skrg bisa buka link yt, ku kopas lah link mbak LP. lalu ku minta jipi untuk mbredel lagu itu via prompt…tapi gini guys, ternyata jipi pun blm tepat mendeskripsikan lagunya, dia hanya tahu data siapa LP jenis lagu apa, tapi bukan detail di lagunya seperti apa, data dia adalah dari data-data artikel dan pembahasan yang beredar aja, jadi, kita harus tetap secara live menginput ke gpt bahwa di lagu ini, mbak LP tuh ngetril whistlenya sampai 8 oktaf ke khayangan….shakernya berasa banget, intimnya omg deh pokoknya….so…akhirnya setelah brainstorming beberapa kali generate di gpt soal deskripsi lagu ini, akhirnya aku berhasil mendekati aura mbak LP [link lagu lost on u KW-ku]

Ternyata yang ga bisa aku tiru itu pengalaman hidup mbak LP, karena seberapa mirip pun, AI menghasilkan suara…yang ga bisa di copy adalah perjalan hidup penyanyinya dan proses

🤞😁 pembuatannya. Dan jangan tanya promptnya, karena lagu tadi udah berkali-kali melalui proses degrading versi, remaster di versi lain, perbaikan prompt belasan kali

Jadi kalau ada yang bertanya, “Prompt-nya apa?” Jawabannya bukan satu paragraf.

Jawabannya adalah sebuah perjalanan.

Gimana menurutmu?

Disclaimer Seluruh informasi, panduan, prompt, dan pengalaman yang dibagikan di website ini merupakan hasil eksplorasi pribadi saya selama menggunakan AI untuk membuat musik. Semua yang saya tuliskan didasarkan pada pengalaman nyata, proses trial and error, serta hasil yang saya peroleh pada saat itu. Karena perkembangan AI sangat cepat, sebagian informasi mungkin berubah seiring pembaruan model atau sistem yang digunakan.

Perlu dipahami bahwa tidak ada prompt yang bersifat “ajaib” atau dapat menjamin hasil yang sama untuk setiap orang. Dalam pembuatan lagu berbasis AI, hasil akhir dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan kata dalam lirik, susunan kalimat, fonetik setiap kata terhadap melodi, struktur lagu, hingga cara kita berinteraksi dengan AI itu sendiri.

Saya juga menemukan bahwa AI seringkali memiliki karakter atau “personalisasi” yang terbentuk dari riwayat penggunaan akun. Akibatnya, prompt yang menghasilkan output tertentu di akun saya belum tentu memberikan hasil yang sama di akun lain. Bahkan ketika saya menggunakan akun alternatif (alt account), hasilnya bisa berbeda meskipun prompt yang digunakan identik.

Sebagai contoh, untuk membuat lagu anak saya sering kali hanya menggunakan prompt sederhana seperti nursery rhymes, kid’s voice, atau children’s song, dan akun utama saya dapat langsung menghasilkan karakter vokal yang saya inginkan. Namun ketika prompt yang sama dicoba pada akun lain, hasilnya bisa berbeda karena AI belum memiliki pola penggunaan atau personalisasi yang sama.

Karena itu, anggaplah semua prompt di website ini sebagai titik awal eksplorasi, bukan sebagai rumus pasti. Jangan ragu untuk bereksperimen, mengubah pilihan kata, struktur lirik, maupun gaya penulisan hingga menemukan kombinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter AI yang Anda gunakan.

Tujuan website ini bukan untuk memberikan kebenaran mutlak, melainkan untuk mendokumentasikan perjalanan saya belajar, bereksperimen, dan memahami bagaimana AI dapat digunakan sebagai media berkarya. Jika pengalaman saya dapat membantu mempercepat proses belajar Anda, maka tujuan website ini sudah tercapai. “AI terus berubah. Saya juga terus belajar. Jadi anggap website ini sebagai jurnal perjalanan, bukan buku aturan.”

Previous Journal
Datasets for Goals
Next Journal
AMIRA, PROMPTNYA APAAN SIH?

Recent Journal

  • AMIRA, PROMPTNYA APAAN SIH? August 11, 2026
  • Bedah Lagu & Instrument August 11, 2026
  • Datasets for Goals August 11, 2026
  • DNA Sebuah Lagu – Mengapa Musik Punya Identitas August 11, 2026
  • Pengaruh Budaya dalam Sebuah Lagu August 11, 2026

Categories

  • AI Workflow (6)
  • Lyrics & Vocal (2)
  • Prompt & Production (2)
  • Songwriting (3)
  • Sound & Culture (4)
  • Stories (3)
Spotify
Apple Music
YouTube
Instagram
Facebook
X
Suno
Flowmusic

Amira Uwu

Exploring World Cultures Through AI-Generated Music.

© 2026 Amira Uwu. All rights reserved.

Exploring World Cultures Through AI-Generated Music.
© 2026 Amira Uwu. All rights reserved.