• HOME
  • MUSIC
  • PROJECTS
  • JOURNAL
  • ABOUT
  • CONTACT

Percobaan Gila Amira

Posted on 11 Aug at 12:27 am

Musik-musik bergaya Barat sebenarnya sudah sangat dikenal oleh AI. Jazz, blues, pop, rock—semuanya terasa cukup matang. Di antara genre-genre yang sudah mainstream itu, entah kenapa rasanya ada sesuatu yang kurang. Mungkin karena aku orang Indonesia yang memang menyukai musik dengan sentuhan etnis.

Buatku, perkusi tradisional seperti kendang, bunyi gamelan, sampai chanting khas Indonesia seperti “hok a hok e” adalah bumbu yang membuat sebuah lagu terasa lebih hidup. Bertemu dengan begitu banyak prompt buatan orang lain, aku sering mendengar musik modern yang megah, orchestral, dan sangat memanjakan telinga. Bagus? Iya. Keren? Banget.

Tapi…

Kurang intim.

Aku ingin musik yang terasa dekat. Musik yang punya aura. Musik yang bisa membawa kita ke suasana dan fantasi yang berbeda.

Eng ing eng…

Akhirnya aku malah ketagihan mencampur berbagai genre. Ngakalin prompt, mencoba berbagai kombinasi, lalu meng-generate lagu berkali-kali hanya untuk melihat apa yang akan dilakukan AI.

Salah satu eksperimen favoritku adalah funkot.

Buat teman-teman di luar Indonesia, mungkin banyak yang belum pernah mendengarnya. Funkot adalah singkatan dari funky kota, sebuah genre musik khas Indonesia yang identik dengan angkot pada masanya. Ketukannya cepat, ada bunyi “cuw cuw”, vocal chop yang berlebihan, melodi dangdut yang dibalut dengan nuansa house party.

Dulu aku sempat berpikir, “Namanya aja funk-kot, berarti basisnya musik funk, dong?” Nope.

Setelah ku pelajari lebih jauh, justru menurutku pondasinya adalah dangdut. Lalu dibungkus dengan musik house, kemudian berbagai elemen house itu dipelintir lagi dengan glitch, vocal chop, dan ritme yang super enerjik.

Aku pun mencoba menerjemahkan analisa itu ke dalam prompt.

Dan ternyata…

Analisa itu berhasil.

Di Suno versi 4, aku berhasil membuat sebuah track funkot yang menurutku benar-benar terasa seperti funkot Indonesia.

Momen-momen seperti itu membuatku semakin yakin bahwa bereksperimen dengan AI bukan sekadar mencari lagu yang enak didengar. Yang jauh lebih menyenangkan adalah mencoba memahami mengapa sebuah genre memiliki identitasnya sendiri, lalu mencari cara agar AI juga bisa menangkap identitas tersebut.

Previous Journal
Rambu Lafal
Next Journal
Pengaruh Budaya dalam Sebuah Lagu

Recent Journal

  • AMIRA, PROMPTNYA APAAN SIH? August 11, 2026
  • Bedah Lagu & Instrument August 11, 2026
  • Datasets for Goals August 11, 2026
  • DNA Sebuah Lagu – Mengapa Musik Punya Identitas August 11, 2026
  • Pengaruh Budaya dalam Sebuah Lagu August 11, 2026

Categories

  • AI Workflow (6)
  • Lyrics & Vocal (2)
  • Prompt & Production (2)
  • Songwriting (3)
  • Sound & Culture (4)
  • Stories (3)
Spotify
Apple Music
YouTube
Instagram
Facebook
X
Suno
Flowmusic

Amira Uwu

Exploring World Cultures Through AI-Generated Music.

© 2026 Amira Uwu. All rights reserved.

Exploring World Cultures Through AI-Generated Music.
© 2026 Amira Uwu. All rights reserved.