• HOME
  • MUSIC
  • PROJECTS
  • JOURNAL
  • ABOUT
  • CONTACT

Soundclash Remix Contest Suno × Flosstradamus

Posted on 10 Aug at 11:54 pm

Tanggal 15 September 2024, aku lagi semangat-semangatnya main Suno. Tiba-tiba muncul pengumuman yang bikin komunitas heboh: Flosstradamus mengadakan kontes remix bersama Suno.

Hadiahnya?

USD100.000!

Gila sih.   🤣 Setahuku, kontes ini dibuka untuk peserta dari seluruh dunia. Ya udah… gas remix!

🤣 Waktu itu Suno masih versi 3.5. Buat yang pernah nyobain pasti tahu kualitas audionya masih agak “sember”, tapi entah kenapa saat itu rasanya udah keren banget.

Aku menghabiskan lumayan banyak credits untuk bereksperimen. Mulai dari remix bergenre House, Trap, Witch House, sampai Progressive. Pokoknya semua yang masih terasa dekat dengan karakter musik Flosstradamus aku coba. Tapi ya namanya juga aku…

Di antara semua remix itu, aku diam-diam menyelipkan dua versi Dangdut House Remix.

Dan…

lah… menang dong.   🤣 Dari total hadiah USD100.000, aku mendapatkan USD250.

Aku memang tidak memenangkan hadiah utama. Juara pertamanya bahkan membawa pulang USD25.000 plus perjalanan ke New York City.

Tapi buatku, USD250 saat itu sudah terasa luar biasa.

Bukan karena nominalnya.

Melainkan karena itulah pertama kalinya aku benar-benar sadar bahwa eksperimen musik yang kulakukan di kamar, ditemani AI dan rasa penasaran, ternyata bisa diapresiasi di panggung internasional.

Dan yang bikin momen ini terasa makin spesial, jurinya adalah Flosstradamus sendiri. Buat penggemar musik elektronik, nama itu nggak asing lagi. Salah satu ikon musik trap yang sudah berkolaborasi dengan banyak DJ kelas dunia, termasuk Yellow Claw.

Makanya sampai sekarang aku masih senyum sendiri kalau mengingatnya.

Di antara begitu banyak remix trap dari seluruh dunia, ternyata ada remix bernuansa dangdut yang berhasil menarik perhatiannya.

Bangga nggak tuh?     🤣

Setelah kompetisi itu, Suno masih beberapa kali mengadakan kontes lain. Sayangnya, banyak di antaranya hanya bisa diikuti oleh peserta yang berdomisili di Amerika Serikat. Memang biasanya tetap ada hadiah hiburan berupa credits untuk pengguna lain, tapi jujur saja, semangatku untuk ikut kompetisi jadi nggak sebesar dulu.

Tapi ada satu pelajaran yang menurutku jauh lebih berharga daripada hadiah itu sendiri.

Semua dokumentasi perjalanan tersebut masih tersimpan rapi di akun Sunoku.

Cover remix, lagu, statistik, sampai jejak kompetisinya masih bisa kulihat karena sejak awal aku tidak pernah gonta-ganti akun hanya demi mengejar credits gratis.

Kalau ada satu saran yang ingin kubagikan, mungkin ini:

Jangan bangun akun hanya untuk mengumpulkan credits. Bangunlah akun untuk mengumpulkan perjalanan.

Credits akan habis dipakai.

Tapi reputasi, dokumentasi karya, dan jejak perkembanganmu sebagai kreator akan terus bertambah nilainya dari tahun ke tahun.

🤣 Sampai hari ini, remix versi Suno 3.5 yang masih sember itu justru masih jadi track nomor satu di kategori Top di akun Sunoku.

Padahal kalau dipikir-pikir, liriknya juga asal-asalan. Tapi ya salahin aja Om Floss… lagunya emang bikin gemes!

Previous Journal
Musik AI, Buku Harian yang Bisa Didengarkan
Next Journal
Penyair, Songwriter, dan Lagu yang Ternyata Berisi Panci Terbang

Recent Journal

  • AMIRA, PROMPTNYA APAAN SIH? August 11, 2026
  • Bedah Lagu & Instrument August 11, 2026
  • Datasets for Goals August 11, 2026
  • DNA Sebuah Lagu – Mengapa Musik Punya Identitas August 11, 2026
  • Pengaruh Budaya dalam Sebuah Lagu August 11, 2026

Categories

  • AI Workflow (6)
  • Lyrics & Vocal (2)
  • Prompt & Production (2)
  • Songwriting (3)
  • Sound & Culture (4)
  • Stories (3)
Spotify
Apple Music
YouTube
Instagram
Facebook
X
Suno
Flowmusic

Amira Uwu

Exploring World Cultures Through AI-Generated Music.

© 2026 Amira Uwu. All rights reserved.

Exploring World Cultures Through AI-Generated Music.
© 2026 Amira Uwu. All rights reserved.